KIDUNG CUBLAK-CUBLAK SUWENG
Cublak Suweng artinya tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita suku Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Hening, Sejati) atau Harta Sejati.
"Suwenge teng gelenter"
Suwenge Teng Gelenter artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di diri kita sendiri.
"Mambu ketundhung gudel"
Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.
"Pak empo lera-lere"
Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.
"Sapa ngguyu ndhelikake
FILOSIFIL CUBLAK CUBLAK SUWENG 💕
“Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter, mambu ketundhung gudel, pak ampo lera-lere, sopo ngguyu ndhelikake, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong”
Bila diartikan pada tiap bait lagu dolanan ini memiliki makna sebagai berikut:
“Cublak-Cublak Suweng”
Artinya: Terdapat kawruh luhur yg berharga yaitu suweng (suwung) atau dapat disebut Ilmu sejati/Kesadaran tinggi.
“Suwenge Teng Gelenter”
Artinya: Harta sejati/suweng yang berupa ilmu sejati sebenarnya sudah ada di diri kita sendiri/teng gelenter.
“Mambu Ketundhung Gudel”
Arinya: Banyak yang berusaha belajar Ilmu Sejati, bahkan banyak yg merasa pandai padahal hanya menyentuh kulitnya saja (Diibaratkan gudel).
“Pak Empo Lera-Lere”
Artinya: Ibarat orang tua yg sudah ompong, yang belum selesai dengan dirinya sendiri.
“Sopo Ngguyu Ndhelikake”
Artinya: Menggambarkan “sapa sing temen bakal tinemu”, yang berlatih dengan benar saat “olah roso” dialah yang akan menemukan ilmu sejati, sekalipun hidup ditengah gemerlapnya dunia.
“Sir-Sir Pong Dele Kopong”
Artinya: Untuk sampai pada ilmu Sejati (cublak suweng), musti tekun berlatih, teliti, serta rutin mengasah tajamnya Sir atau hati nuraninya
Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yang menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum - sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.
"Sir-sir pong dele kopong"
Sir (kesadaran) pong dele kopong (kedelai kosong). Artinya keheningan. Maknanya bahwa untuk sampai kepada menemukan "Tempat Harta Sejati" (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi dll, serta senantiasa mengamati dan mengasah tajam Sir/roso nya atau kesadarannya.
Cublak Cublak Suweng
Cublak cublak suweng.. ( tempat anting)
suwenge ting gelenter.. (antingnya berserakan)
mambu ketundung gudel ..(berbau anak kerbau yang terlepas)
pak empong lera-lere ..(bapak ompong yang menggeleng-gelengkan kepalanya)
sopo ngguyu ndelik–ake ..(siapa yang tertawa dia yang menyembunyikan)
sir-sir pong dhele kopong .. (kedelai kosong tidak ada isinya)
sir sir pong dhele kopong... (kedelai kosong tidak ada isinya)
Suweng sebagai berikut: Kata suweng pada lagu.tembang ini sangat ditekankan, suweng diartikan sebagai; Suwung, Sepi, Sejati atau Harta Abadi. Sedangkan gelenter dalam bahasa Jawa berarti berserakan, karena sesungguhnya harta yang kita cari sudah berserakan dipelosok bumi.
Sedangkan arti dari Gudel adalah istilah yang digunakan masyarakat Jawa sebagai anak kerbau untuk melambangkan orang bodoh. kalimat “mambu ketundhung gudèl” Bermakna bahkan orang bodoh (minim pendidikan) mencari harta duniawi tersebut dengan penuh nafsu ego, tindakan korupsi, jual beli jabatan tujuannya untuk mencari kebahagiaan sesaat. Orang bodoh tersebut seperti orang tua ompong yang sedang kebingungan (Pak empo lera-lere). Meskipun berlimpah harta, namun bukan harta atau kebahagiaan abadi. Mereka kebingungan dan selalu gelisah karena dikuasai oleh keserakahannya sendiri. Sopo ngguyu Ndhelikake diartikan siapa tertawa dia yang menyembunyikan.
Mengandung pesan bahwa siapa yang bijaksana, merekalah yang menemukan kebahagian abadi yang hakiki. Mereka adalah orang orang yang tersenyum dalam menjalani setiap cerita hidup, walaupun berada hidup tengah-tengah dunia yang penuh keserakahan. Sir (hati nurani/suara hati) pong dhele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Maksudnya hati nurani yang kosong. Untuk sampai kepada kebahagiaan abadi harus menghindari dari kecintaan kepada kekayaan duniawi, rendah hati, tidak meremehkan orang lain, serta selalu melatih kepekaan Sir/hati nuraninya.
Lirik lagu "cublak cublak suweng "
Cublak cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudel
Pak empo lirak lirik
Sapa mau sing delekke
Sir sir pong dele kosong
Sir sir pong dele kosong
Manfaat dari permainan cublak cublak suweng
1. Anak belajar menyanyi
2. Mencocokan ritme lagu dengan gerakan tangan
3. Mengenal LAGU TRADISIONAL BERBAHASA LOKAL
4. Melatih mitorik halus
5. Belajar mengikuti aturan
6. Latihan kerjasama dan
7. Belajar menyimpan EMOSI

Permainan tradisional cublak-cublak suweng biasa dimainkan oleh anak-anak kecil di pedesaan TANAH SUKU JAWA di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur BUKAN PULAU MADURA .
Cublak-cublak Suweng diciptakan oleh salah satu anggota Wali Sanga yaitu Syekh Maulana Ainul Yakin atau yang dikenal sebagai Sunan Giri pada tahun 1442 M di Jawa Timur.
Pada waktu itu Sunan Giri aktif menyebarkan agama Islam di Indonesia, terutama di tanah jawa ( JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR BUAKAN PULAU MADURA) lewat jalur kebudayaan. Karena itulah Sunan Giri menciptakan lagu Cublak-cublak Suweng yang akhirnya di jadikan lagu dolanan pengiring permainan tradisional anak-anak.
Cara permainan ini cukup sederhana. Pertama, lakukan hompimpa atau gambreng terlebih dahulu dan yang kalah menjadi Pak Empo berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkari Pak Empo.
Lalu, semua pemain membuka telapak tangan menghadap ke atas dan diletakkan di punggung Pak Empo. Salah satu anak memegang biji/ ke- rikil dan dipindah dari telapak tang- an satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublak Suweng. Lirik Cublak-cublak Suweng berbunyi,
“Cublak cublek suweng, suwenge ting gelenter, mambu ketundung gudel, Pak empo lirak-lirik, sapa guyu ndhelikake, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong."
Setelah itu pada kalimat sapa mau sing delekke dinyanyikan, salah satu anak harus menyerahkan biji atau kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman tangan.
Lalu di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan.
Kemudian, Pak Empo bangundan menebak tangan siapa yang menyembunyikan biji atau kerikil. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji atau kerikil harus bergantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.
Lirik Cublak-cublak Suweng ternyata mengandung makna filosofis ‘Cublak Suweng’ sendiri memiliki arti tempat suweng. Suweng adalah bahasa Jawa yang berarti 'anting', yaitu perhiasan perempuan. Karena itulah, Cublak-cublak Suweng memiliki arti tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau 'harta sejati'.
Suwenge Teng Gelenter berarti suweng yang berserakan. Maka, harta sejati itu berupa kebahagiaan sejati yang berserakan di sekitar manusia. Sementara pada bait mambu ketundung gudel; kata mambu berarti 'bau', ketundung berarti 'dituju', sedangkan gudhel berarti 'anak kerbau'.
Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudhel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan hanya demi menemukan kebahagiaan sejati.
Kemudian pada bait Pak Empo lirak-lirik, kata Pak Empo berarti 'bapak ompong', sedangkan lirak-lirik berarti 'menengok kanan-kiri'. Artinya orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah yang ternyata adalah harta palsu, buka harta sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.
Lalu pada bait sopo ngguyu ndhelikake, kata Sopo ngguyu berarti 'siapa tertawa'. Lalu Ndhelikake berarti 'dia yang menyembunyikan'. Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan tempat harta sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.
Lalu pada bait terakhir sir-sir pong dele kopong, kata sir berarti 'hati nurani', sedangkan pong dele kopong berarti 'keledai kosong tanpa isi'.
Maknanya bahwa untuk sampai kepada tempat harta sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari kecintaan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam sir-nya atau hati nuraninya.
Moral Values in the Song of Cublak-cublak Suweng membeberkan nilai-nilai moral bahwa sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, seseorang harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Lalu ia harus memahami esensi dari kehidupan ketika ia menghadapi tujuan dari kehidupan itu sendiri.
"Jangan lupakan hati yang murni dan mulia ketika bersyukur atas setiap rahmat yang diberikan kepada Tuhan,"
Pesan moral dalam lagu ini adalah untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukannya, tidak tersesat jalan hingga lupa akan akhirat. Setiap individu harus saling menghormati satu sama lain.
MENGENANG LAGU CIPTAAN SUNAN GIRI YANG BERJUDUL "CUBLEK CUBLEK SUWENG"
lagu cublak-cublak suweng yang cukup mendalam.
“Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter, mambu ketundhung gudel, pak ampo lera-lere, sopo ngguyu ndhelikake, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong”
Jika diartikan pada tiap bait lagu ini memiliki makna sebagai berikut:
“Cublak-Cublak Suweng”
Memiliki arti: Terdapat tempat berharga yaitu suweng (suwung, sepi, sejati) atau dapat disebut Harta Sejati.
“Suwenge Teng Gelenter”
Memiliki arti: Harta Sejati yang berupa kebahagiaan sejati dan sebenarnya sudah ada berserekan di sekitar manusia
“Mambu Ketundhung Gudel”
Memiliki arti: Banyak yang berusaha mencari Harta Sejati itu, bahkan orang-orang bodoh (Diibaratkan gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan
“Pak Empo Lera-Lere”
Memiliki arti: Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan, meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.
“Sopo Ngguyu Ndhelikake”
Memiliki arti: Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan tempat Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.
“Sir-Sir Pong Dele Kopong”
Memiliki arti: Di dalam hati nurani yang kosong. Bahwa untuk sampai kepada menemu tempat Harta Sejati (cublak suweng), orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta duniawi, mengosongkan diri, tersenyum sumeleh, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai perasaan dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya.
#Kutib dari Ponpes King Abdul Aziz Banyuwangi

Cublak Cublak Suweng diciptakan oleh Sunan Giri dengan tujuan berdakwah pada tahun 1442.
Makna yang ingin disampaikan adalah, jangan sampai kita terlena oleh kebahagiaan sesaat. Lagu ini memang sengaja diselipkan unsur tradisional untuk menjadi filsafat hidup yang akan berguna bagi anak-anak.