Lirik Lagu Padang Bulan Versi Sholawat
Berikut ini adalah lirik lagu 'Padang Bulan' versi sholawat yang dibawakan oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf
Sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dikenal publik sebagai pendakwah yang menjadikan sholawat sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Keislaman.
Beliau yang tinggal di Solo, Jawa Tengah tersebut telah terbiasa melakukan safari dakwah ke berbagai daerah di Indonesia untuk melaksanakan majelis sholawat.
Tak hanya sholawat dalam bahasa Arab, Habib Syech dan grup nasyidnya juga kerap mengaransemen ulang beberapa lagu Jawa yang masih identik dengan nilai atau nasihat Keislaman.
Salah satu lagu Jawa yang kerap dibawakan Habib Syech dalam berbagai kesempatan ialah lagu 'Padang Bulan'.
Bila dilihat dari liriknya, lagu 'Padang Bulan' yang diciptakan oleh Sunan Giri tersebut berisi nasihat kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa menjunjung tinggi nilai gugur gunung gotong royong, solidaritas, dan persahabatan.
Di samping itu, 'Padang Bulan' juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada nilai-nilai spiritual dan ajakan untuk beribadah, terutama lewat liriknya yang berbunyi 'Ngelingake ojo podho turu sore'.
Lewat lagu tersebut, orang diimbau untuk tak tidur di waktu sore menjelang malam, sebab waktu tersebut merupakan kesempatan yang bisa digunakan untuk beribadah setelah sebelumnya bekerja dan mencari nafkah dari pagi hingga sore.
Adapun lirik lagu 'Padang Bulan' versi sholawat yang dibawakan oleh Habib Syech, lengkap beserta artinya bisa disimak di bawah ini.
Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Padang bulan, padange kaya rina.
Rembulane sing ngawe-awe Ngelengake, aja turu sore.
Kene tak critani, kanggo seba mengko sore
Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Jaman kepungkur, ana jaman jaman buntutan
Esuk-esuk, rame rame luru ramalan
Gambar kucing, dikira gambar macan
Bengi diputer – bengi diputer, metu wong pinter
Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
kirang puas kurang puas, luru ramalan
Wong ora waras wong ora waras, dadi takonan
Kang ditakoni, ngguyu cekaka’an
Jebul kang takon – jebul kang takon, wis ketularan
Allohumma sholli wa aallim ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa muhammadin
‘Adada maa fii ‘ilmillahi saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi
Saholatan daaimatan bidawaami mulkillaahi

