Perlunya Belajar Dari Leluhur

PERLUNYA  BELAJAR PADA LELUHUR



Betapa hebatnya leluhur kita dimasa lalu, merancang kekuatan kebangsaan dengan simbol-simbol dan filosofi. Mewariskan pengetahuan yang sekilas tak masuk akal, namun pada kenyataannya tak dapat disangkal kebenarannya. Membumikan tradisi sederhana dengan hasil akhir istimewa


Seperti halnya tradisi kenduri. Tidak serta merta tentang memanjatkan rasa syukur semata, namun dihadirkan sebagai salah satu akar cinta kasih, perilaku sedekah yang nyata pada sesama, jembatan penghubung kebersamaan serta jalan kemanunggalan, bangunan kokoh untuk menyatukan segala derajat sehingga duduk bersama, bersilaturahmi dan memayu hayuning bawana.


Bukankah kesemuanya itu representasi dari nilai-nilai kebangsaan?! Tidak perlu panggung besar atau seminar dengan biaya mahal. Fenomena kenduri itu kerakyatan yang sangat terhormat, andai kita mengerti dan berkenan merenungkan.


Dulu tidak banyak orang pintar, tapi banyak orang cerdas. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pendalaman pengetahuan dibarengi dengan hati dan pikiran yang jernih. Pada bab keilmuan, tidak hanya berkutat pada hafalan, namun fokus pada soal pemahaman dan penghayatan. Sehingga yang ditangkap akal menjadi sangat berharga, saat disebarluaskan pun mendamaikan semesta.


Leluhur! Bisa jadi tidak mengenal teknologi, tapi kecanggihan telepatinya berhasil membangun peradaban manusia yang unggul serta kaya dengan sumber energi. Inilah pentingnya sejarah!!!


@Sri Narendra Kalaseba ☝❤





TETAPLAH MENYALA WALAU TERANGMU TIDAK SEBERAPA

Dulu saya mengira, ukuran kehebatan seseorang lantaran memiliki banyak gelar ataupun mendapat berbagai piagam penghargaan. Berjalannya waktu, ternyata orang hebat, menurut saya tidak selamanya seperti itu.

Kini, ketika menyaksikan mereka yang terlihat biasa saja, tidak pula memiliki gelar, bahkan tidak pernah mendapat piagam penghargaan, namun pada kenyataannya, karya-karyanya, kecerdasannya, budi pekertinya hingga jasanya berhasil menginspirasi banyak orang, bagi saya cukup dikatakan sebagai manusia hebat, bahkan mengagumkan.

@Sri Narendra Kalaseba ☝❤




Hari harimu adalah Doa-Doamu
Engkau pasti pernah merasa Kesulitan..
Engkau merasa Kecewa - Sedih - Hingga meneteskan Air Mata..
Engkau juga pernah Marah Luar Biasa..
Pun pernah merasa Menderita - Bahkan Hampir Putus Asa..
Kemana Dia doamu Saat itu ?
Kenapa engkau tidak yakin dg Senjatamu ( Yaitu Doa )..
Bukankah Robbmu memintamu untuk Berdoa ? ..
Bahkan Allah menjanjikan ijabahnya doa doamu..! 
Andai engkau selalu Berdoa - Hari harimu penuh dg Doa, Mungkin nasibmu akan jauh lebih Bahagia dan Berubah







 bukan anak kuliahan dan tidak pula sarjana, tidak!!! Pengetahuan agama saya standar, pun tentang sejarah bangsa  suku Jawa hanya berpegang teguh dari kitab-kitab kuno, yang saya pelajari secara turun temurun dari leluhur saya. Jadi gak pas kalo digelari guru atau digelari apalah yang berbau-bau pujian, maaf ini salah alamat.

Ini bukan berarti saya berniat merendahkan diri demi menaikkan mutu, bukan begitu. Hanya saja berangkat dari apa yang saya temukan dari dalam diri saya itulah kemudian terbentuk kesadaran kalo saya merasa 99% tidak pantes mengisi ceramah, kurang cocok menjadi pembicara disuatu seminar, dan sekedar duduk di atas panggung yang gemerlap pun saya tidak bisa, malah mungkin sama sekali tidak minat. Kecuali dalam acara yang saya gelar sendiri, berikut saya danai sendiri pula kebutuhan acaranya tersebut. Tentu ini kan hak mutlak saya!!!

Jujur saja, walaupun sebenarnya sampai detik ini undangan demi undangan yang sifatnya khusus itu sering berdatangan, malah kadang ketua panitianya sendiri yang langsung datang menemui. Tentunya undangan untuk ceramah, mengisi seminar, diskusi seni dan budaya, hingga membahas soal sejarah. Yahhh... Begitulah, kadang ada yang sampai menyebutkan nominal uang yang akan diberikan jika saya berkenan datang. Lumayan sih, tapi!!!

Kata Abah saya: Berdaganglah mengikuti jejak Nabimu. Jadilah saudagar sukses seperti leluhurmu. Carilah rizki dari hasil kerja kerasmu, jangan mencari penghasilan dari pengetahuan apalagi ilmumu. Dadi wong ndeso wae SNK, sing penting berkah uripmu. Abah doakan kamu terus berbahagia sampai tidak kenal lagi dengan sesuatu yang bernama menderita".

Jawab saya: " AAMIIN, SENDIKO DAWUH BAH".

Beberapa hari yang lalu hal ini pernah saya diskusikan dengan para sahabat seperjuangan. Kemudian ada yang komentar:
"Lah terus yang diluar sana bagaimana?"

Saya jawab:
"Itu bukan urusan saya, badan saya aja kurus kok mau ngurusin orang".

Semua tertawa!!!  Tuh kan, memang benar adanya bahwa bahagia itu memang gratis. Dia tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Hahaha!!!

Khusus buat yang mencet tanda ❤ tak doakan jenengan jembar rejekine, berkah uripe, bungah atine, ayem pikirane. Apalagi yang nge-share, tak doakan cepet dapat jodoh, bagi para jomblo tentunya. Tak lupa juga saya doakan rumah tangganya sejahtera, penuh suka cita, rukun, damai dan sentosa bagi yang sudah berkeluarga. Aamiin.
Sri Narendra Kalaseba

Postingan populer dari blog ini

Tembang Dhandhanggula Kagem Siraman

Lirik Dan Makna Kidung Cublak Cublak Suweng Jawa Tengah

MENGHUJAT DAN MEFITNAH SUKU JAWA TRENDING DI APLIKASI FACEBOOK