PANJIRATAN SUKU JAWA
Betapa majunya peradaban suku Jawa tempo dulu, tentu bukan praduga semata, ada bukti-bukti primer sejarah berupa prasasti, candi, tenger kematian, kakawin yang tergurat dilontar, serat kuno yang tertulis didluwang dsb. Bahwa zaman emas Jawa era kuno bukan riwayat kaleng-kaleng!
Bagaimana kala itu para Raja, Sultan, Adipati dan pemangku jabatan penting saling bersinergi satu sama lain, demi tegaknya kedaulatan Jawa sehingga tetap gemah ripah loh jinawi, tidak kepaten obor!
Meski pada kenyataannya justru cerita yang berkembang saat ini bertolak belakang dengan fakta dan data yang ada. Cenderung berhembus kabar bahwasannya para pendahulu saling berperang dan membunuh demi atas nama kekuasaan ataupun keyakinan. Rasanya perlu dilakukan rekonstruksi sejarah untuk dan demi mengembalikan kehormatan Leluhur yang agung nan adiluhung.
Bertolak dari pemahaman tersebut kemudian saya dan para relawan penegak adat serta pelestari budaya, khususnya dari kalangan Milenia terjun kelapangan, siang dan malam mendatangi sekaligus melakukan observasi benda-benda bersejarah yang dulunya dikaryakan oleh para Panjiratan Jawa.
Panji artinya simbol sakral, rat artinya bumi. Panjirat adalah simbol-simbol sakral yang ditancapkan dibumi. Bisa berupa prasasti, tenger kematian dll. Adapun pembuat Panjirat disebut Panjiratan. Yakni Anak Jawa yang mahir membuat simbol sakral sekaligus menguasai literasi persimbolan kuno. Sebagai bagian dari tingginya suatu peradaban masa itu.
Tak terhitung sudah berapa ratus karya Panjiratan Jawa nan elok yang saya dokumentasikan secara rapi dan saya simpan sampai sekarang. Membuat saya semakin yakin bahwa para pendahulu tidak seserakah dan sebengis yang diceritakan di era sekarang!
Darimana alasan sejarahnya Kasultanan Pajang memberontak Kasultanan Demak Bintara?! Benarkah Ratu Kalinyamat berseteru dengan Pangeran Arya Penangsang?! Benarkah Kanjeng Sunan Kudus bersitegang dengan Ki Ageng Pengging?!
Bila pada kenyataannya simbol-simbol kematian (Panjirat) beliau-beliau dan anak keturunannya bahkan murid-muridnya terkait satu sama lain, malah kuburannya berdampingan selayaknya keluarga. Pun antara para Peletak sejarah Keraton Mataram Islam dengan Keraton-keraton di Jawa terlihat jelas saling terhubung sebagaimana yang dituangkan oleh para Panjiratan Jawa.
Tentu butuh ilmu khusus dan nalar sehat untuk memasuki wilayah ini. Minimal bersedia membuang ego dan menjunjung tinggi falsafah "Mikul Duwur Mendem Jero." Sehingga keagungan sejarah para Leluhur tidak melulu dihardik oleh mitos dan tidak pula tercoreng sebab dibelokkan oleh mereka yang bermazhab kolonial.
Kemudian saya bersama sahabat pergerakan menarik diri dari perdebatan dan pergunjingan dimedsos. Cenderung langsung menuju obyek-obyek sejarah yang dikaryakan oleh para Panjiratan Jawa. Yang memuat ilmu pengetahuan, keterangan peristiwa, data waktu, silsilah dan mata rantai kerjasama antar Leluhur yang beradat dan beradab.
Sungguh teori "Trahing Kusuma Rembesing Madu" itu ada walau banyak yang tidak percaya.
Bersambung!
Semoga hidup kita senantiasa berlimpah ruah berkah dan penuh suka cita. Aja kepaten obor!
☝❤
untuk hari Kalau bukan takdir jangan paksa untuk mengejar, dia akan menghindar. Semakin kau memaksanya, kau akan
kehilangan banyak hal.
Kehilangan-kehilangan itu yang membuatmu tidak lebih baik dari sebelumnya.
Selalu ada terima kasih untuk setiap momen yang penuh pelajaran Ini. Aku makin sadar, bahwa kita hanyalah temu yang semu.
@kedaikata25 🥰🙏
karakter 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠𝙨𝙖𝙣𝙖.
Bijaksana adalah bentuk kecerdasan praktis. Orang bijak adalah orang yang memahami hal yang bauntuk dilakukan, dengan cara yang baik pula, serta pada waktu dan dalam konteks yang tepat.
Berikut ini beberapa ciri ciri orang bijaksana yang 𝙥𝙚𝙧𝙡𝙪 ⅞ Anda miliki dan ketahui:
1. 𝙈𝙖𝙢𝙥𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙪𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙎𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
Ciri-ciri orang bijaksana yang pertama adalah memiliki kemampuan mengatur dirinya sendiri. Artinya, orang bijak bisa mengatur emosi sehingga mampu berpikir jernih dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang positif.
Orang bijak mampu menimbang seberapa berat situasi yang dialami untuk memperhitungkan dampak keputusan yang diambil, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
2. 𝙈𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 hati baik
Ciri-ciri orang bijaksana selanjutnya adalah berbudi luhur dalam bertindak, membuat keputusan, dan menasihati orang lain. Hal-hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan semua orang yang terlibat, tidak subjektif, egois, ataupun memihak.
Seseorang bisa saja cerdas dan tahu cara terbaik untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkan. Namun, jika tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut merugikan orang lain, maka orang tersebut tidak bisa dianggap bijak.
3. 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙣𝙜𝙖𝙡𝙖𝙢𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣
Orang bijaksana biasanya juga mampu melihat dan mengenali pola dalam situasi tertentu sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Mereka tahu bagaimana dan kapan menerapkan pengetahuan dan pengalaman masa lalu ke situasi yang baru.
Itu sebabnya, sejumlah psikolog berpendapat bahwa orang yang bijaksana biasanya adalah orang yang memiliki banyak pengalaman. Meski begitu, belum tentu orang yang lebih tua adalah orang yang bijak.
4.𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙩𝙞𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠
𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙢𝙗𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙪𝙩𝙪𝙨𝙖𝙣
Seseorang bisa saja berada dalam situasi atau lingkungan yang tidak menyenangkan. Orang bijak akan menimbang apakah mereka perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut atau justru mencari cara untuk melakukan perubahan agar situasi berjalan sesuai keinginan mereka, tanpa merugikan pihak mana pun.
selain itu, orang bijak juga akan mempertimbangkan apakah mereka perlu mencari lingkungan baru untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Mereka juga akan mengukur apakah lingkungan baru tersebut dapat memberikan kenyamanan atau justru tidak jauh berbeda dengan lingkungan sebelumnya.
5. 𝙈𝙖𝙢𝙥𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙛𝙖𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙩𝙪𝙖𝙨𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙧𝙪 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨
𝙎𝙚𝙗𝙖𝙞𝙠-𝙗𝙖𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖
Ada kalanya hidup tidak sesuai dengan harapan Anda. Alih-alih berputus asa atas kegagalan, orang bijak mampu memanfaatkan situasi yang kurang ideal dengan sebaik-baiknya.
Oang bijak tahu cara menghadapi kekecewaan dan memahami tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut.🥰🙏
📚 HIKMAH PAGI 📚
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Fadilah membaca Shalawat di Hari Jum'at
Sahabat, semua orang tau bahwa cinta itu bukanlah sebatas ucapan belaka tapi harus dibuktikan dengan amal nyata. Jika tidak demikian berarti cintanya adalah dusta.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok manusia yg harus kita cintai melebihi kecintaan kita terhadap diri kita sendiri. Salah satu wujud kecintaan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah banyak bersholawat kepadanya.
Dan hari Jum'at adalah hari mulia yang dianjurkan memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Amalan yang satu ini mungkin banyak dilalaikan oleh kamu muslimin atau mungkin belum diketahui.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti."
(HR. Baihaqi, Hasan ligoirihi)
Masya Allah... Yuk banyak bershalawat kepada Nabi agar bisa dekat dengan beliau di hari kiamat nanti.
اللهم صل وسلم علی نبينا محم
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh😍🥰🙏